Home » Makanan » 10 Kesalahan Memasak yang Bisa Mengubah Makanan jadi Racun Bagi Kesehatan

10 Kesalahan Memasak yang Bisa Mengubah Makanan jadi Racun Bagi Kesehatan

kesalahan memasak yang membuat makanan jadi tak sehat, kesalahan memasak yang mengundang racun, bagaimanakah makanan tradisional disajikan, sayuran yang berubah warna, mengapa sayuran tidak boleh dimasak terlalu matang

Image via: guyinthekitchen.com

Ancaman tak hanya datang dari kejauhan. Ancaman bisa datang dari jarak yang sangat dekat. Bahkan dari dapur sekali pun!

Rupanya ada beberapa kebiasaan memasak yang memang bikin kenyang, namun berpotensi membahayakan kesehatan. Seperti apa kebiasaan itu? Kita bahas dari Reader’s Digest, ya. Jom!

1. Salah Menggunakan Minyak

jenis minyak untuk memasak, minyak goreng yang bagus untuk penderita kolesterol, jenis jenis minyak goreng, merk minyak sayur yang bagus, minyak jagung untuk menggoreng, macam macam minyak goreng dan harganya, jenis jenis minyak dan lemak

Image via: today.com

Apakah semua makanan cocok dimasak dengan minyak zaitun? minyak kelapa? mentega? minyak sayur?

Seorang pakar diet asal Chicago, Maggie Michalczyk, menyatakan kalau minyak memiliki smoke point atau titik asap yang berbeda-beda. Misalnya olive oil 199 derajat celcius, minyak kelapa 138, minyak sayur 227-232, minyak kelapa sawit 231-238. Ketika sudah mencapai titik asap, maka minyak sudah terurai menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Nutrisi serta cita rasanya juga mulai pudar.

Karenanya, titik asap sangat berpengaruh terhadap aroma, rasa, dan mungkin gizi. Jadi ketika memasak makanan yang memerlukan durasi lama dan temperatur tinggi, sebaiknya gunakan minyak dengan smoke point yang tinggi juga. Selain itu, minyak dengan smoke point tinggi bisa digunakan berulang kali. Hanya saja semakin sering dipakai, titik asapnya semakin menipis.

2. Minyak Sehatnya Terlalu Panas/ Overheating

minyak terlalu panas, suhu minyak goreng mendidih, apakah minyak goreng bisa terbakar, cara memadamkan minyak yang terbakar, cara memadamkan kompor minyak yang meledak

Image via: theheartysoul.com

Minyak yang memiliki smoke point rendah biasanya dijadikan tambahan pada masakan yang sudah matang, atau dijadikan dressing pada salad. Namun beberapa minyak sehat seperti kelapa dan olive oil juga bisa rusak kalau dipanaskan dalam suhu yang terlalu tinggi, melebihi titik asapnya. Seorang koki bernama Ben Roche merekomendasikan minyak bunga matahari dan biji anggur untuk memasak di rumah.

3. Menggoreng Makanan

makanan digoreng bagi kesehatan, efek makanan berminyak, bahaya minyak goreng bagi tubuh, bahaya makan gorengan setiap hari, tips setelah makan makanan berminyak

Image via: jupiterdonuts.com

Rasa dari makanan yang digoreng itu memang memanjakan lidah, namun rasa enaknya justru bisa mematikan. Menurut ahli gizi dan diet, Jeanette Kimszal, makanan sehat yang digoreng bisa berubah menjadi racun, sebab mengandung lemak trans. Cara memasak seperti ini dituding sebagai penyebab diabetes dan penyakit jantung. Dia menyarankan untuk menggunakan air fryer atau penggorengan udara, alias tanpa minyak.

4. Keasinan/ Kebanyakan Garam

kebanyakan garam, akibat kelebihan garam dalam tubuh, cara menurunkan kadar garam dalam tubuh, efek samping garam dapur, dampak minum air garam, akibat kekurangan garam

Image via: saga.co.uk

Selain micin, orang jaman now juga mesti waspada dengan garam yang berlebihan. Masalahnya, kandungan sodium juga kerap terkandung dalam makanan kemasan atau olahan. Jadinya, terlalu banyak asupan garam pun kurang baik.

Baca Juga: 3 Manfaat Mengejutkan Kalau Shampo Dicampur dengan Garam

5. Kemanisan/ Kebanyakan Gula

kebanyakan gula, akibat terlalu banyak mengkonsumsi gula, nama penyakit kelebihan gula, bahaya gula pasir bagi tubuh, konsumsi gula normal dalam sehari

Image via: insideweddings.com

Selera orang memang berbeda-beda. Ada beberapa yang lebih menyenangi makanan yang lebih manis. Mereka pun menjadi fans dari dessert atau makanan penutup. Padahal kandungan gulanya bisa mendongkrak kadar insulin.

Kalau pun menggunakan pemanis alami seperi madu dan sirup maple, tetap saja mesti mengawasi penggunaannya, sebab sama-sama bisa meningkatkan gejolak insulin. Penyuka manis bisa menggunakan alternatif yang lebih ramah seperti buah-buahan.

Baca :  Hati-hati 6 Gejala Osteoporosis yang Tersembunyi

6. Tidak Cukup Lemak

kurang lemak, akibat kekurangan lemak protein dan karbohidrat, lemak sehat, makanan yang mengandung lemak jahat dan kolesterol, sayuran yang mengandung lemak, buah yang mengandung lemak

Image via: woman.es

Biasanya, lemak identik dengan makanan yang jahat. Namun pendiri Wholesome Yum, Maya Krampf, menegaskan kalau kurang lemak ketika memasak itu keliru. Lemak bisa menjadi sumber energi, meningkatkan fungsi membran sel, membantu penyerapan vitamin, dsb.

Namun lemak itu tak melulu tentang minyak dan penggorengan. Makanan seperti ikan dan alpukat juga bisa memenuhi kebutuhan lemak, khususnya lemak baik (asam lemak omega 3).

7. Dagingnya Terlalu Matang/ Gosong

daging gosong, bahaya makanan gosong, makanan gosong penyebab kanker, masakan gosong

Image via: businessinsider.com.au

Daging mentah dan kurang masak bisa mengancam kesehatan. Demikian juga dengan daging yang dimasak sampai gosong, khususnya ketika dipanggang, dibakar, atau digoreng.

Christen Cupples Cooper dari Universitas Pace menyatakan kalau daging semacam ini bisa berbahaya bagi DNA manusia, termasuk meningkatkan risiko kanker. Pastikan untuk memutar-mutar daging ketika memasak, dan hindari bagian yang gosong/ hangus.

8. Peralatan Masaknya Keliru

memilih peralatan memasak, teflon berbahaya, teflon untuk memasak, syarat peralatan dapur yang baik, apa saja syarat-syarat peralatan dapur, syarat pemilihan peralatan dapur

Image via: hardcook.org

Seorang dokter bernama Raul Serrano mengklaim kalau alat masak anti lengket biasanya menjadi dalang yang mengubah makanan menjadi ancaman. Misalnya teflon, yang rupanya mengandung bahan kimia buatan bernama PFOA atau C8 (asam perfluorooctanoic).

Beberapa studi menyebutkan adanya hubungan antara zat PFOA dengan perkembangan kanker, disfungsi hati, serta gangguan reproduksi. Untuk alat masak yang lebih sehat, Raul menyarankan peralatan berbahan keramik, kaca, atau stainless steel.

9. Sisa Makanan Disimpan dalam Wadah Plastik

makanan dalam wadah plastik, jual wadah plastik makanan, plastik food grade tahan panas, bahan plastik yang aman untuk kesehatan, wadah plastik lion star, bahan plastik yang aman digunakan, plastik yang aman untuk mengukus

Image via: reddit.com

Selain memerhatikan peralatan memasak, dokter Raul Serrano juga memperingatkan penggunaan wadah. Ada beberapa merek terkenal yang terbuki mengandung BPA (bisphenol-A). Kalau tertelan, zat ini bisa seperti estrogen dalam tubuh.

Estrogen itu bisa menyebabkan sakit kepala, siklus menstruasi jadi tidak teratur, berat badan naik, serta mengundang risiko kanker. Meski ribet, namun dokter lebih menganjurkan wadah dari beling atau kaca.

Baca Juga: 8 Alergi Makanan Paling Biasa dan Paling Tak Biasa, Kapan Harus Dibawa Ke Dokter?

10. Terlalu Mengandalkan Makanan Olahan/ Beku/ Instan

makanan beku siap saji, cara membuat makanan beku, macam macam makanan beku, produsen makanan beku, produk makanan beku, aneka makanan frozen food

Image via: theconversation.com

Seringkali, karena malas memasak lama, kita terjebak pada olahan makanan yang serba cepat atau siap saji. Tak perlu waktu lama untuk mengolah makanan beku yang sudah lama disimpan di kulkas. Tak kurang dari 5 menit pun sudah jadi dan siap santap.

Padahal jelas sekali makanan seperti ini mengandung bahan kimia dan pengawet yang bisa menjadi ancaman jangka panjang. Alangkah lebih baiknya untuk mengganti ketergantungan itu pada buah, sayur, daging, dan telur.

Begitu ke dapur, mari introspeksi masakan sekaligus kekeliruan yang selama ini selalu dilakukan, ya. 10 Kesalahan Memasak yang Bisa Mengubah Makanan jadi Racun Bagi Kesehatan. #RD