Home » Pengobatan » 12 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Ketika berkunjung Menengok ke Rumah Sakit

12 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Ketika berkunjung Menengok ke Rumah Sakit

tata tertib pengunjung rumah sakit, peraturan rumah sakit umum, tata tertib ruang icu, sop pengunjung rumah sakit, jam besuk rumah sakit umum

Image via: normanregional.com

Kapan Rumah Sakit sepi?

Hampir setiap saat pasien datang silih berganti. Beberapa rumah sakit bahkan terpaksa harus menolak pasien rawat inap lantaran kamarnya penuh. Duh!

Dengan mengetahui etika berkunjung ke rumah sakit, setidaknya kamu sudah bisa membedakan, mana sikap yang membantu proses penyembuhan dan mana yang justru memperparah keadaan. Seperti apa sih larangan ketika menengok pasien di rumah sakit? Jom!

menjenguk orang sakit dirumah sakit, oleh2 untuk menjenguk orang sakit, roti untuk menjenguk orang sakit, menjenguk pacar sakit bawa apa, parcel untuk orang sakit

Image via: verywell.com

  1. Kalau Sedang Sakit, Batalkan Saja.

Ketika kondisi badan sendiri sedang ngdrop, walau tidak parah, sebaiknya jangan pergi ke rumah sakit. Misalnya kamu sedang batuk, demam, atau flu. Lebih baik doakan atau tanyakan kabar dari jarak jauh saja, tak perlu berkunjung langsung.

Pasalnya, mayoritas pasien rumah sakit memiliki kekebalan tubuh yang sedang lemah. Bakteri dan virus yang menyerang tak bisa dihalau secara normal. Mereka sangat rentan, kasihan.

  1. Sebaiknya Tidak Membawa Serta Anak Kecil

Anak di bawah usia 13 tahun tak perlu diajak menengok ke rumah sakit. Rebecca Lee, pada situs Remediesforme.com, menyatakan kalau sistem imun pada anak-anak itu belum sekuat orang dewasa. Karena itu, mereka sangat rentan tertular atau terinfeksi. Selain itu, manfaatkan hand sanitizer yang tersedia di rumah sakit. Pastikan untuk menggunakannya, ketika datang mau pun hendak pulang dari RS.

  1. Tak Perlu Membawa Sesuatu

Biasanya para penjenguk akan membawa makanan, bunga, atau buah-buahan, meski pun pasiennya tidak request. Padahal kalau tidak ada pemeriksaan terlebih dahulu, barang bawaan pembesuk bisa jadi membawa spora jamur yang berpotensi menginfeksi pasien. Kalau mau, bawa amplop berisi uang saja, yes.

Banyak juga yang membawa makanan tanpa bertanya terlebih dahulu, sebab bisa jadi apa yang dibawanya justru menjadi pantangan bagi si sakit. Kadangkala keluarga pun, atas nama rasa iba, diam-diam ikut memberikan santapan yang terlarang bagi pasien. Padahal larangan itu juga untuk kebaikan pasiennya sendiri. Seringkali hal inilah yang memperlambat penyembuhan.

  1. Menceritakan Kisah Medis ‘Horor’

Bukan waktu yang tepat untuk menceritakan kondisi pasien lain ke pasien yang sedang dijenguk. Tak perlu menggosip tentang bagaimana pasien lain dengan penyakit yang sama keadaannya sangat parah, tagihan rumah sakitnya besar, bahkan sampai pulang dalam keadaan meninggal.

Orang yangb sakit sudah menderita dengan penyakitnya. Dia juga sedang tak berdaya. Tak perlu menyakiti, memojokkan, atau membuatnya merasa tak berguna.Sebaliknya, bawakan kisah yang menarik dan positif. Entah itu pengalaman jalan-jalan, berita bagus, rencana keren, dsb. Bikin mereka rileks dan termotivasi untuk sembuh kembali.

makanan rumah sakit, makanan rumah sakit vip, makanan rumah sakit indonesia, menu makanan rumah sakit kelas vip, cara membuat makanan rumah sakit, kumpulan menu rumah sakit

Image via: royalcornwall.nhs.uk

  1. Tak Usah Membawa Bantal, Selimut, dan Baju

Poin ini sepertinya susah diterapkan, ya. Padahal RS itu penuh dengan mikroorganisme, dan bisa ikut pulang via barang bawaan. Pasien beserta keluarga jadi ikut berisiko terkena infeksi. Jika pasien memerlukan selimut tambahan, sebaiknya minta staff untuk menyediakannya.

  1. Peka dan Menjadi Juru Bicara Pasien

Kamu memang tak merasakan langsung penderitaan pasien, dan si pasien sendiri sedang terkulai lemah. Namun dia masih bisa merasakan sesuatu dan mengekspresikannya. Jaga-jaga saja, barangkali dia menyampaikan keluhan atau permintaan.

Tanyakan apakah dia kesakitan, apakah mual, apakah makanannya bisa masuk, bagian mana yang sakit, apakah suasana kamarnya nyaman, apakah pembesuk malah mengganggu, dsb. Semestinya kita tak terlalu mengandalkan obat pereda sakit saja agar pasien tenang atau bisa tidur pulas.

  1. Tak Perlu Emosional Pada Staff Rumah Sakit

Salah-satu pemandangan paling menyedihkan nan emosional itu ketika menyaksikan pasien kesakitan atau berkeluh-kesah, sementara kamu tak bisa berbuat apa-apa. Seringkali keluarga dan para pembesuk lain justru ‘meneror’, bicara agresif, dan memberondongkan pertanyaan pada perawat dan dokter yang ada. Kamu menuntut agar pasien langsung baikan dan sembuh total. Padahal cara ini tidaklah benar.

Baca :  Menghilangkan Ketombe dengan Garam, Bagaimana Caranya?

Alangkah lebih baik untuk memercayakan penanganan pada mereka. Kasih mereka waktu dan ketenangan agar tidak terbawa kalut dan salah penanganan. Jika tidak, tunjuk satu atau dua ‘jubir pasien’ saja. Kalau keadaannya terkendali, dokter dan perawat bisa sabar berlama-lama di ruangan. Sebaliknya, jika keadaannya rusuh, dokter dan perawat pun pasti akan langsung ke luar.

Tetapi jika ada staff yang judes, tidak mengayomi, tidak memiliki simpati/ empati, menyebalkan, dan tidak profesional, tak perlu ragu untuk menasihati langsung atau melayangkan protes. Kinerja mereka yang tak mendukung kenyamanan pasien memang patut dikritik.

  1. Jangan Makan Makanan yang ada Pada Nampan Khusus Pasien

Jarang sekali ada pasien yang memiliki nafsu makan tinggi dan menandaskan hidangan ala rumah sakit. Kamu seringkali menyayangkannya, dan daripada dibuang, mending dimakan. Nah, hapus kebiasaan ini.

Staff rumah sakit bisa salah paham. Mereka akan mengira nampan yang sudah kosong itu dilahap oleh pasiennya, padahal tidak. Bisa jadi mereka sedang mengontrol atau memerhatikan pasien dari gejala makannya. Mereka juga akan menganggap kalau pasiennya sudah mendapat nutrisi yang baik dari makanan rumah sakit.

dokter dan perawat, memarahi dokter, memarahi perawat, protes ke rumah sakit, rumah sakit mengecewakan

Image via: theconversation.com

  1. Jangan Sampai Terlalu Emosional

Acapkali kamu tak kuasa menahan emosi ketika berbicara atau bersama-sama dengan pasien. Kamu sampai menangis dan ambruk, membuat pasien semakin merasa bersalah dan stress.  Padahal dia sedang lemah, dan perlu seseorang untuk menguatkan.

Kalau merasa tak mampu menahan emosi, pastikan agar tidak sendirian. Ajak keluarga atau orang lain untuk menemani. Ketika emosi itu berada, mintalah gantian untuk menunggu. Tenangkan dulu hati dan pikiran.

  1. Harus Respect Pada Teman Sekamar

Tak selamanya pasien rumah sakit memeroleh kamar untuk dirinya sendiri. Seringkali mereka harus berbagi. Tetap hormati teman sekamarnya.

Jaga kondisi agar tidak berisik dan mengusik kenyamanan. Camkan, kalau teman sekamarnya juga merupakan orang sakit yang sedang istirahat sekaligus berjuang agarsembuh seperti sedia kala.

  1. Waktu Besuknya Jangan Lama dan Larut

Kedatangan orang-orang untuk menjenguk memang bikin pasien merasa didukung, dipedulikan, dan disayangi. Tetapi mohon untuk bijak juga, jangan sampai waktu istirahat pasien jadi terganggu. Bagaimana pun, masa rehat itu sangat vital bagi proses pemulihan pasien. Kendalikan waktu kunjungan, dan tak perlu datang bergerombol.

  1. Swafoto/ Selfie (?)

Siapa yang setuju kalau orang-orang yang menjenguk harus selfie dengan pasien, mengunggahnya di sosial media, dan meminta ‘aamiin’ pada para netizen? Sebaiknya tak perlu melakukan aksi itu, ya. Kecuali kalau pasiennya tahu dan bersedia.

Hormati privasi pasien dan keluarga juga, apalagi kalau potonya mempertontonkan keadaan pasien yang memprihatinkan dan di-publish tanpa sepengetahuan.

~

Dengan memerhatikan etika menjenguk orang di rumah sakit, semoga kita bisa membantu mempercepat penyembuhan penyakitnya.

“Duhai, Allah. Hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. Hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.”

Demikian, 12 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Ketika berkunjung Menengok ke Rumah Sakit. #RD