Home » Makanan » 5 Pengaruh Gula dan Makanan Manis Berlebihan Terhadap Keadaan Mental

5 Pengaruh Gula dan Makanan Manis Berlebihan Terhadap Keadaan Mental

bahaya makanan manis, gula dan mental, makanan manis dan mental seseorang, makanan manis dan psikologis, akibat terlalu banyak mengkonsumsi gula, contoh makanan manis, nama penyakit kelebihan gula

Image via: getfitso.com

Orang bilang, good food bisa bikin good mood. Namun suasana hati itu tak menjamin performa mental (bahkan fisik) seseorang. Ada yang melahap camilan manis sehabis makan siang, merasa senang dan puas, namun dia kemudian mager (malas gerak).

Maunya itu tiduran, enggak mau jadi makhluk produktif. Dia juga cenderung merasa emosional, mudah tersinggung, dan seakan tak bisa menguasai diri. Bahayanya, makanan ini mampu meningkatkan dopamin, yang menciptakan sensasi bahagia. Karena itu, makanan ini benar-benar nagih, mau dan mau lagi.

Menurut Lifehack, makan makanan manis memang memberi dampak terhadap emosi dan pikiran konsumennya. Pengaruh apa, sih?

1. Kurang Fokus

Studi UCLA menyatakan kalau gula bisa membentuk radikal bebas dalam membran otak, sehingga kemampuan komunikasi sel saraf jadi berkurang. Karena itu, orangnya jadi kesulitan memproses ide atau pun mengeksekusi instruksi. Sering salfok (salah fokus) jadinya. Kalau sudah kecanduan, anda bisa mengekangnya dengan asupan protein dari makanan lain.

2. Mood Buruk

Makanan bergula sering menjadi pelarian ketika diri dalam keadaan rapuh. Namun penelitian justru mengemukakan sesuatu yang berbeda. Asupan gula bisa menjadi dalang di balik kacaunya fisik dan emosi. Keadaan mudah lapar juga bisa bikin kalap.

Orangnya bisa jadi tak sabaran, temperamental, dan mudah stres. Untuk menanggulanginya, anda mesti rutin mengonsumsi sumber serat dan protein. Usahakan agar insulin tetap stabil. Misalnya dengan memakan biji-bijian, polong-polongan, ikan air tawar, sardin, buah, sayur, dsb.

3. Memori Payah

Hidangan yang mengandung gula rupanya memberi efek terhadap performa kognitif seseorang. Reseptor memori bahkan bisa terblokir. Studi yang ada pun percaya diri kalau konsumsi fruktosa itu masih berkaitan erat dengan daya ingat dan gangguan belajar.

Baca :  Perbandingan Protein Hewani dan Nabati, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Bahkan ada penelitian lain yang mengungkapkan bagaimana kuatnya pengaruh gula terhadap penyakit seperti alzheimer. Sementara itu, makanan untuk meningkatkan ingatan bisa didapat dari biji bunga matahari, kacang tanah, almond, ikan yang kaya omega 3s (tuna, salmon, mackerel), alpukat, brokoli, bayam, stroberi, yang kaya akan vitamin E, dsb.

4. Emosi dan Mental Tidak Seimbang

Tak terkontrolnya gula berpotensi menciptakan mood swings. Reseptor kromium dan simpanan vitamin B jadi terusik, padahal keduanya bisa menjadi penyeimbang emosi yang alami. Tak ayal kalau anda terancam oleh kecemasan, gampang jengkel, perilaku agresif, atau keadaan mental lain yang dramatis.

Gula juga bisa menjadi makanan lezat bagi bakteri jahat yang berkumpul di usus. Karena itu, tak hanya mental saja yang terganggu, kondisi fisik juga bisa rusak. Anda bisa mensiasatinya dengan konsumsi sayuran hijau, makanan probiotik seperti kimchi, ikan berminyak, dsb.

5. Rentan Stress

Hubungan antara makanan dengan stres sangat dekat. Tubuh penuh dengan zat kimia ketika stres melanda. Stres pun masih berkorelasi dengan fenomena kegemukan, obesitas, atau bertambahnya berat badan. Anda mungkin jadi pusing sendiri, sehingga semakin menambah stres. Beberapa makanan yang bisa melepas serotonin dan menipiskan kadar stres (tanpa membuat kadar gula darah jadi melonjak) yaitu alpukat, buah beri (berry), dan kacang walnut. Demikian, 5 Pengaruh Gula dan Makanan Manis Berlebihan Terhadap Keadaan Mental. #RD