Home » Kesehatan » 6 Manfaat atau Hikmah Berbuat Baik Bagi Kesehatan

6 Manfaat atau Hikmah Berbuat Baik Bagi Kesehatan

Siapa yang tak senang dengan perlakuan baik? Semua orang ingin diperlakukan dengan baik. Kita ingin disapa, dikasih senyuman, dikucuri pinjaman, diperlakukan penuh hormat, dll. Tetapi apakah kita juga bertingkah demikian pada orang lain? Apakah kita ini termasuk orang baik?

Kadang ketika berbuat baik, diam-diam kita berharap agar semua orang berbuat baik juga. Tetapi hidup tidaklah linier. Yang jujur dan adil malah didzolimi. Yang curang dan serakah malah dipuji-puji. Bahkan ada yang mengatakan, orang yang sangat baik justru selalu jadi orang yang sangat sakit.

berbuat baik, hikmah berbuat baik, berbuat baik menurut islam, berbuat baik kepada orang lain, manfaat berbuat baik, manfaat berbuat baik bagi kesehatan, manfaat berbuat baik dalam islam, berbuat baik kepada sesama manusia

By: Anyaklachi via Flickr

Kita benar-benar terbawa arus untuk berbuat jahat lantaran hawa nafsu, tertekan hidup, tergoda syetan, penuh kepura-puraan, dll. Padahal, efek baik dari perbuatan baik itu tak akan tertukar. Pasti ada faedah atau hikmahnya. Benar-benar menguntungkan. Lagipula, Tuhan YME Maha Melihat. Tak ada yang luput dari pengawasan-Nya.

Seseorang dikatakan orang baik sejati, apabila dia beramal tanpa modus atau misi tersembunyi. Dia sendiri yang akan merasakan seabreg pengaruh baiknya. Dan dilansir dari Quietrev, berbuat baik juga mengundang manfaat bagi kesehatan.

Memang apa saja manfaat tersebut? Jom!

1. Mendatangkan Hormon Bahagia

Orang bilang, bahagia itu terasa kalau bisa membahagiakan sesama. Bisa dibuktikan sendiri, bagaimana rasanya kalau ada yang tersenyum karena perbuatan baik kita? Gesture tersebut memang simpel, tapi benar-benar ngefek. Rupanya hal ini bukanlah suatu kebetulan belaka, melainkan erat kaitannya dengan kesehatan jiwa. Ketika berbuat kebaikan, hormon serotonin meningkat. Kalau sudah meningkat, dampak yang terasa yakni berupa kepuasaan dan kebahagiaan.

Fungsinya mirip dengan hormon endorfin yang timbul pasca berolahraga. Mood kita jadi baikan, stress berkurang, terhindar dari depresi, bahkan ada euforia yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Bisa kita rasakan langsung dengan menebar senyum, membantu sesama, menjadi relawan bencana, bersedekah atau mendonasikan sebagian harta, mentraktir mereka yang kurang mampu, dsb. Dijamin bahagia.

2. Meredakan Kecemasan dan Rasa Was-was

Cemas atau gelisah bisa benar-benar mengganggu. Apalagi kalau sudah jadi penyakit. Penderitanya akan merasa panik, gugup, dan gundah berlebihan. Banyak yang sampai mengonsumsi obat penenang, melakoni meditasi, berolahraga rutin, mencari penawar alami, dll.

Namun rupanya, berbuat baik bisa menjadi terapi alami untuk meredakan rasa was-was ini. Universitas British Columbia (UBC) mempublikasikan sebuah studi. Mereka mengemukakan kalau peserta studi yang melakukan tindakan baik atau membantu sesama bisa meningkatkan positive affect (PA). Mereka merasa senang, antusias, tertarik, dll. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kecemasannya, yang ternyata jadi berkurang juga.

3. Bagus untuk Hati

Hati merasa hangat, ringan, lapang, dan ikut bahagia ketika kita bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi yang lain. Siapa sangka, efek ini memang berpengaruh terhadap keseimbangan kimiawi dalam hati. Seorang dokter bernama David Hamilton menyatakan, perbuatan baik bisa melepaskan hormon oksitosin.

Oksitosin kemudian melepaskan zat kimia bernama nitric oxide yang terdapat dalam pembuluh darah. Tekanan darah pun jadi berkurang, dan hati jadi lebih terlindungi. Jadinya, berbuat baik bisa melindungi dan menguatkan hati. Tak hanya membawa efek sehat secara fisik, namun juga secara emosional.

hikmah berbuat baik, hikmah dan manfaat berbuat baik, hikmah berperilaku ihsan, manfaat berbuat ihsan, manfaat perilaku ihsan, baik kepada semua orang, hikmah kebaikan

via: huffingtonpost.com

4. Memanjangkan Usia

Baca :  3 Alasan Dari Segi Kesehatan Kenapa Suka Tiba-tiba Menangis

Health.com pernah menyatakan kalau seseorang yang tidak memiliki hubungan baik dan kuat dengan keluarga serta kawan-kawannya, maka dia lebih berisiko terkena penyakit jantung. Tetapi kalau orang tersebut selalu berbuat baik, otomatis hubungan dengan orang-orang sekitar akan selalu terjaga. Usaha ini tentu mengurangi risiko yang mengancam. Usia pun bisa diupayakan untuk tetap panjang.

5. Mengurangi Stress dan Jauh dari Ancaman Depresi

Kita tinggal di kehidupan yang sangat sibuk, dan terus berperang untuk bertahan hidup. Ancaman stress dan depresi selalu datang, dan kita tak bisa memandangnya dengan sebelah mata. Tak heran kalau kita mengupayakan aneka cara agar terhindar dari stress.

Satu dari sekian usaha yang bisa kita lakukan yaitu tetap menjadi pribadi yang baik, yang murni baik. Tak dinodai dengan pencitraan atau maksud tertentu. Tak perlu larut dalam sumber stress. Kita bisa ke luar dan berbaur dengan banyak orang, dengan mereka yang nasibnya jauh lebih menyesakkan. Kalau bisa mempertahankan hubungan yang baik dengan sesama, kita akan lebih stabil, dan dampak buruk emosional bisa berkurang dengan sendirinya.

6. Mencegah Penyakit

Sudah dibahas sebelumnya, kalau perbuatan baik bisa merilis oksitosin. Selain mengurangi tekanan darah, hormon ini juga bisa mencegah dan mengurangi inflamasi atau peradangan. Gejala ini sangat berkaitan dengan penyakit-penyakit seperti diabetes, obesitas, kanker, migrain, atau penyakit kronis lain. Sebuah studi yang melibatkan partisipan berusia 57-85 tahunan menyatakan, para relawan atau mereka yang beramal baik cenderung memiliki risiko inflamasi yang rendah.

Berbuat baik… terdengar mudah, tetapi ternyata perlu perjuangan ekstra untuk tulus dan konsisten melakukannya. Tetapi dengan berbuat baik, setidaknya kita bisa merasakan pengaruh baik bagi jiwa dan raga.

Kita juga bisa jadi harapan, kalau ternyata masih ada cinta sejati di tengah dunia yang galak ini. Demikian, 6 Manfaat atau Hikmah Berbuat Baik Bagi Kesehatan. #RD