Home » Parenting » 7 Prinsip Utama Ketika Orang Tua Mendidik Anak Laki-laki atau Perempuannya

7 Prinsip Utama Ketika Orang Tua Mendidik Anak Laki-laki atau Perempuannya

keluarga, orang tua, parenting, elly risman, pengasuhan menurut psikolog, prinsip aprenting menurut psikolog

Via: bbc.com

Selain bersyukur karena sudah diberi amanah anak-anak, orang tua juga tak lepas dari keluhan dan sensasi pusing. Bagaimana pun, tugas orang tua itu tidak sederhana. Orang tua tak hanya berkewajiban untuk memenuhi sandang, pangan, dan papan buah hatinya, melainkan juga mengasuh dan mendidiknya.

Seorang psikolog ternama yang fokus pada masalah anak dan parenting, Bu Elly Risman, membocorkan 7 pilar bagi orang tua ketika mendidik anak-anaknya. Ilmu yang sangat bermanfaat ini sempat dilansir juga oleh penulis Dini Teja dalam gaya.tempo.co (28/05/2016). Waktu itu Bu Elly menyampaikannya dalam acara Muslim Fashion Festival.

Nah apa saja ketujuh prinsip pengasuhan yang dimaksud? Jom!

1. Orang Tua Harus Ada Secara Total

Baik ayah atau ibu memiliki pengaruh yang kuat bagi anak. Diharapkan kalau orang tua tak hanya ada secara fisik, melainkan juga secara kedekatan hubungan. Menurut sang psikolog, riset membuktikan kalau anak yang kekurangan kasih sayang (khususnya dari sang ayah), maka dampaknya akan sangat negatif.

Emosi anak-anak terusik. Anak laki-laki biasanya akan tumbuh sebagai sosok yang nakal, mudah terjerat narkoba, dan tergoda seks bebas. Sementara anak perempuan cenderung akan merasa depresi dan menggunakan seks bebas sebagai pelampiasan.

2. Orang Tua Harus Dekat Dengan Anak

Bu Elly menegaskan kalau kedekatan yang dimaksud bukan hanya dekat dari kulit ke kulit, melainkan juga dari jiwa ke jiwa. Hubungan antara anak dan ayah, atau anak dan ibu, harus lengket. Jangan sampai ada faktor-faktor yang membuat anak enggan menjalin hubungan akrab.

3. Orang Tua harus Mengatur Gaya Bicara

Berbicara dengan anak tentu harus dibedakan. Prinsipnya, orang tua harus berbicara dengan gaya yang baik, benar, jujur, dan tidak bikin anak jadi down. Hindari ucapan yang berisi membanding-bandingkan, dan menyalahkan anak. Style bicara yang salah bisa membuat komunikasi orang tua dan anak jadi cacat.

Selain itu, orang tua juga harus mendengarkan dan menyimak apapun perkataan anak. Kita harus lebih peka dan perhatian. Apalagi kalau ada sesuatu yang unik dalam diri dan gaya bicara anak.

4. Orang Tua Harus Memprioritaskan Pendidikan Agama

Sebagai orang yang memiliki keyakinan, pendidikan agama tentu harus jadi prioritas utama. Tetapi pendidikan agama tidak hanya diserahkan pada sekolah atau ustadz, orang tua juga memiliki kewajiban dan tanggung-jawab. Basic agama orang tua juga harus kuat.

Baca :  5 Syarat dan Ketentuan Berlaku Jika Orang Tua Ingin Memberikan Camilan Pada Balita

Selain itu, mengaji juga tak memiliki tujuan agar mereka melakukan ritual religius saja. Ajaran agama tidak hanya bertujuan agar mereka jadi bisa salat, bisa membaca Iqra atau Alqur’an, jadi rutin ke gereja, dsb. Suatu hari nanti, pastikan agar mereka mengamalkan perintah agama, menjauhi larangan agama, dan melakukan peribadatan tanpa disuruh.

5. Orang Tua Harus Memaksimalkan Perhatian Di Masa Puber Anak

Ketika anak terus tumbuh menjadi remaja, pengasuhan pun naik tingkat. Bagaimana pun, ada kesulitan tersendiri ketika orang tua menghadapi anak-anak yang tengah dalam masa pubertasnya. Lebih di zaman sekarang, yang segalanya serba modern dan canggih.

Anak SD saja sudah bisa mengoperasikan gadget. Mereka tentu mengopreknya untuk aneka keperluan. Orang tua harus ikut mengawasi apakah mereka menggunakannya untuk tugas sekolah, mencari hiburan, atau waspada kalau-kalau mereka “tersesat” pada konten berbau penyimpangan atau pornografi.

6. Orang Tua Harus Mendidik Anak untuk Menahan Pandangan

Bu Elly bercerita kalau temannya yang ada di Amerika Serikat mengatakan, jika orang tua tidak mampu mengajarkan anak untuk menjaga pandangan, maka kemungkinan besar otaknya akan kacau. Pernyataannya senada dengan ajaran Alquan, yang sudah jauh-jauh mewanti-wanti bencana besar apabila seseorang tidak bisa mengendalikan pandangan.

7. Orang Tua Harus Memiliki Tujuan Pengasuhan

Psikolog yang mendirikan Yayasan Kita dan Buah Hati ini sempat membuat riset. Targetnya adalah pasangan suami istri usia 25-45 tahun. Berdasarkan studinya itu, diketahui kalau tidak semua pasangan sepakat akan tujuan pengasuhan mereka.

Padahal orang tua disarankan untuk menyusun, merumuskan, mendiskusikan, dan membuat kesepakan pengasuhan yang kompak terhadap anak. Setelah diterapkan, orang tua juga bisa melakukan analisis dan evaluasi secara berkala. 7 Prinsip Utama Ketika Orang Tua Mendidik Anak Laki-laki atau Perempuannya. #RD