Home » Pengobatan » Buah Sirsak “Sang Pembunuh Kanker” Beserta Efek Sampingnya

Buah Sirsak “Sang Pembunuh Kanker” Beserta Efek Sampingnya

sirsak kanker, sirsak untuk kanker mitos atau fakta, buah sirsak pembunuh kanker, manfaat daun sirsak untuk kanker dan tumor, buah sirsak untuk obat penyembuh kanker, buah buahan obat kanker

Image via: thealternativedaily.com

Kanker menjadi salah-satu penyakit paling mematikan dan ditakuti di seluruh dunia. Orang sudah berasumsi kalau kanker itu perawatannya panjang, dan biayanya pasti mahal. Bahkan ada yang sampai terus mengandalkan chemotherapy, aka terapi kemo.

Namun ternyata ada kabar baik datang dari buah sirsak. Siapa sangka, beberapa penelitian menyebutkan kalau si hijau berduri yang asam manis ini bisa menjadi obat alternatif untuk kanker.

Mitos atau fakta?

mitos dan fakta sirsak, buah sirsak pembunuh kanker, manfaat daun sirsak untuk kanker dan tumor, buah sirsak untuk obat penyembuh kanker, buah buahan obat kanker, khasiat buah sirsak untuk pengobatan

Via: 100thseed.org

Sirsak alias Graviola alias Annona muricata cukup mudah ditemukan di wilayah Indonesia. Orang biasa memakan buahnya secara langsung, mengolahnya menjadi minuman, es krim, campuran makanan, dll. Sementara daun dan batang/ tangkainya bisa dijadikan obat infeksi dan inflamasi atau peradangan.

Dilansir dari situs India terkemuka Medindia.net (19/02/2016), di kawasan Amazon, sirsak biasa diolah menjadi teh untuk mengobati penyakit perut dan hati. Selain itu, sirsak juga berpotensi menjadi obat kanker yang mujarab.

Baca :  23 Ciri atau Gejala Umum Kanker Pada Laki-laki dan Perempuan

Sebenarnya studi mengenai sirsak dan manfaatnya untuk mengobati kanker bukanlah topik baru. Dari tahun 1940-an, penelitian mengenai keabsahan fakta ini sudah dilakukan. Sebagian besar merilis hasil positif, bahwa sirsak memiliki kandungan annonaceous acetogenins yang memiliki sifat anti-tumor. Sifat ini memungkinkan sirsak untuk membasmi sel ganas yang tersebar di 12 jenis kanker. Termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, pankeras, dan usus besar.

Buah Sirsak Versus Kemoterapi

sirsak kanker kemoterapi, pengobatan alternatif pengganti kemoterapi, makanan pengganti kemoterapi, kemoterapi herbal, reaksi tubuh setelah minum rebusan daun sirsak, obat herbal pengganti kemoterapi, pengalaman sembuh dengan daun sirsak

Image via: newscientist.com

Pada tahun 2016, sebuah studi terbit dalam European Journal of Pharmaceutical and Medical Research. Hasilnya mengklaim kalau daun sirsak mampu menghambat tumbuh kembangnya kanker sel, bisa menyembuhkan kanker relatif lebih cepat, serta dianggap lebih efektif daripada terapi kemo.

Baca :  Wah! Buah Ciplukan Bisa Mengatasi 14 Penyakit Ini

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Chemistry, tepatnya dari Universitas Purdue, juga menyatakan kalau senyawa sirsak yang diuji untuk menangani kanker payudara ternyata lebih ‘perkasa’ membunuh sel kanker ketimbang kemoterapi.

Tetap Hati-Hati Terhadap Buah Sirsak

sirsak kanker, sirsak untuk kanker mitos atau fakta, efek samping sirsak, efek daun sirsak terhadap ginjal, reaksi setelah minum rebusan daun sirsak

Image via: healthyfoodhouse.com

Kita tentu senang mendengar kabar adanya obat yang lebih alami. Namun kita juga mesti memerhatikan rekomendasi para peneliti lain. The Cancer Treatment Centers di Amerika justru memberikan peringatan untuk tidak dulu mudah percaya bahwa sirsak bisa mengatasi kanker.

Pasalnya, selama ini percobaan yang dilakukan bukanlah pada manusia. Lagipula, ada zat dalam sirsak yang bisa memicu efek samping neurologis, mirip dengan gejala penyakit Parkinson. Intinya, ada beberapa dampak negatif yang perlu dipertimbangkan dan dikonsultasikan pada dokter terkait.

Kriteria Pasien yang Wajib Menghindari Buah Sirsak

Beberapa orang mungkin sempat coba-coba mengonsumsi sirsak untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu. Namun ada pasien yang tidak dianjurkan memakan sirsak. Mereka adalah:

  • Pasien yang memiliki penyakit ginjal dan hati, sebab sirsak bisa memicu toksisitas kedua organ itu dengan penggunaan berulang.
  • Pasien sedang dalam pengobatan diabetes dan tekanan darah, sebab sirsak justru bisa meningkatkan efeknya.
  • Pasien memiliki jumlah trombosit yang dikategorikan rendah, sebab sirsak justru bisa menyusutkan trombosit.
  • Pasien memiliki penciteraan nuklir.

Thealternativedaily.com (22/05/2017) memaparkan kalau sirsak punya potensi besar sebagai buah anti-kanker. Hanya saja, mayoritas studi yang menyatakan fakta itu baru menerapkannya pada hewan. Sehingga sampai sekarang masih terjadi pro-kontra di tengah para peneliti. Selain itu, efek positif dari obat herbal atau alternatif tidak berlaku bagi semua orang.

Ada beberapa pasien yang justeru merasa tidak ada pengaruhnya atau mungkin semakin parah. Untuk itu, penggunaan obat alternatif pun selayaknya tetap dalam pantauan pihak medis.

Intinya ketika obat medis mainstream tidak memberi efek signifikan, konsultasikan pada pihak dokter yang terpecaya jika hendak mencoba obat natural. Kalau tidak, konsultasikan mengenai perawatan yang lebih mutakhir, aman, serta memperbaiki keadaan. Demikian, Buah Sirsak “Sang Pembunuh Kanker” Beserta Efek Sampingnya. #RD