Home » Makanan » Perbandingan Protein Hewani dan Nabati, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Perbandingan Protein Hewani dan Nabati, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

perbandingan protein hewani dan nabati, pengertian protein hewani dan nabati, contoh protein hewani dan nabati, kelebihan dan kekurangan protein hewani dibandingkan dengan protein nabati, fungsi protein hewani dan nabati, manfaat protein hewani

Image via: reebokcrossfitcoastalcarolina.com

Dulu, kamu mungkin penasaran akan perbedaan protein hewani dan nabati. Singkatnya, protein hewani adalah protein yang berasal dari lemak hewan serta olahannya. Sebut saja daging ayam, daging bebek, telur, keju, susu, dll. Sedangkan protein nabati itu berasal dari tumbuhan serta olahannya. Katakanlah sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, tempe, tahu, susu kedelai, dsb.

Sekarang kamu juga penasaran, manakah sumber protein yang lebih baik dan sehat?

Anh H. Nguyen sempat mengulasnya via Hellodoktor. Tulisannya sendiri sudah direview secara medis oleh Dr. Duyen Le. Jom!

Daging Merah Justru Bisa Mengundang Penyakit, Bagaimana Ini?

protein daging merah, manfaat daging merah, kandungan gizi daging merah, kandungan pada daging merah, ciri ciri daging merah, kandungan gizi daging sapi

Image via: thejakartapost.com

Nah, daging merah disebut-sebut sebagai sumber protein dengan kualitas tinggi. Namun daging merah juga bisa menjadi dalang di balik penyakit mematikan seperti stroke, sakit jantung, bahkan kematian.

Baca Juga: 11 Gejala Penyakit Jantung yang Terlihat Sepele Padahal Tidak Boleh Diabaikan

Hanya saja, jangan sampai menghakimi kalau semua daging merah itu berbahaya. Banyak faktor yang bisa memengaruhinya. Tetapi bisa dipastikan kalau daging merah segar lebih sehat ketimbang yang olahan.

Kelebihan Mengonsumsi Protein Hewani

protein hewani, sumber protein hewani tertinggi, contoh makanan protein hewani, sumber protein hewani dan nabati, fungsi protein hewani, olahan protein hewani, protein hewani dan nabati contohnya

Image via: (Dreamstime) ntipton@abqjournal.com

Hasil penelitian The Nurses’ Health menyatakan kalau kamu akan memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah apabila rutin mengonsumsi ikan, unggas, serta susu rendah lemak.

Orang yang hobi makan ikan segar juga cenderung lebih sehat dan berumur panjang. Pasalnya, ikan mengandung asam lemak baik dan asam omega-3. Kamu pun bisa terhindar dari ancaman penyakit stroke, kelainan jantung, atau serangan jantung. Itulah kenapa Bu Susi juga keukeuh menyarankan agar makan ikan.

Konsumsi telur juga sering dikaitkan dengan upaya mengendalikan kadar kolestrol. Orang-orang yang sedang dalam program penurunan berat badan juga, biasanya akan mengandalkan si bulat ini. Intinya, protein hewani tidak hanya lezat di mulut, melainkan juga menyumbang manfaat besar.

Baca :  5 Pengaruh Gula dan Makanan Manis Berlebihan Terhadap Keadaan Mental

Kelebihan Mengonsumsi Protein Nabati

protein nabati, pengertian protein nabati, protein nabati untuk mpasi, sumber protein nabati untuk bayi, sumber protein nabati tertinggi, sumber protein nabati terbaik, protein nabati dan hewani

Image via: healthfame.com

Protein yang datang dari tanaman ini juga tak kalah bermanfaat. Studi menyebutkan kalau sayuran yang kaya protein bisa menghambat datangnya penyakit jantung, tekanan darah, serta kolestrol tinggi.

Studi lain mengklaim kalau kamu bisa mengganti dua porsi daging merah dengan kacang polong, dan mengonsumsinya selama 3 hari 1 minggu. Upaya ini dipercaya bisa memperbaiki kadar kolesterol dan glukosa darah.

Kalau sedang dalam program diet, maka protein nabati bisa menjadi opsi utama. Konsumsi kacang polong, kacang biasa, buncis, dll, bisa memberikan sensasi kenyang. Sehingga kamu pun lebih bisa mengontrol nafsu makan sekaligus bobot tubuh.

Jadi, Pilih Protein Hewani apa Nabati?

Kesimpulannya, protein hewani dan nabati sama-sama baik. Kalau secara kualitas, protein hewani memang lebih unggul. Soalnya, protein ini memiliki asam amino esensial yang lebih banyak dan lengkap. Namun jika konsumsinya berlebihan, bukannya manfaat yang didapat, melainkan risiko besar bagi kesehatan.

Intinya, konsumsi protein hewani dan nabati itu sesuai dengan kebutuhan kamu sendiri. Kalau ingin lebih meyakinkan, kamu juga bisa konsultasi dan meminta saran dari dokter atau ahli gizi. Perbandingan Protein Hewani dan Nabati, Apa Kelebihan dan Kekurangannya? #RD